Because of You [Part 2]

Because of You [part 2]

cast :

Xiah Junsu

Shina widanti (fiction girl)

Max Changmin

yuuri (pinjem namanya ya yuur ^__^)

DBSK

other cast.
dasar orang aneh! Kenapa aku harus kenal padanya? Memang dia siapa sih?” gerutu Shina saat ia sedang berjalan pulang ke rumah keluarga Kim.

kalau dia artis, emangnya kenapa? Memang satu korea harus kenal dia?” tambah Shina dengan sangat amat kesal. Namja aneh yang mengaku-ngaku artis terkenal korea itu telah menghancurkan mood-nya untuk jalan-jalan. Shina tidak habis pikir, mengapa namja itu harus menariknya dalam masalahnya dan mengajaknya lari maraton.

kalo takut dikejar-kejar fansnya, ngapain dia ga sembunyi di rumahnya? Ga usa sok pake jalan-jalan! Ngerepotin orang aja! Emang TVXQ itu terkenal amat di korea? belagu amat tu orang!” Shina masih terus menggerutu hingga tanpa disadarinya, ia sudah tiba di depan kediaman keluarga Kim.

Shina menghembuskan napas untuk meredakan kekesalannya dan kemudian masuk ke ke dalam. “Aku pulang.”

“Shina-a, kau kemana saja? OMO, kenapa pakaianmu bisa kotor begini?” tanya Nyonya Kim ketika Shina memasuki ruangan tamu.

“ceritanya panjang ajumma. Tadi aku ditabrak orang aneh dan dia malah membuatku lari maraton. Benar-benar hari yang menyebalkan!” kata Shina dengan kesal.

“sudah-sudah. Kamu mandi dulu sana dan jangan lupa ganti pakaianmu ini. Nanti anak ajumma yang satunya akan pulang. wahhhh, ajumma sangat rindu padanya.” Kata Nyonya Kim dengan mata berbinar-binar saat membicarakan anak lelakinya yang notabene adalan seorang artis.

“ne ajumma. Aku ke atas dulu ya…” kata Shina seraya pamit dengan ajumma dan langsung menuju kamarnya.

“ne…” balas Nyonya Kim yang masih senyum-senyum sendiri membayangkan anaknya akan pulang setelah kurang lebih 6 bulan berada di Jepang.

****

fiuhhh… segarnya! Setidaknya, aku ga perlu ketemu orang aneh itu lagi! seoul kan kota yang padat, jadi kemungkinan aku ketemu dengan orang aneh itu sekitar 0.001%!” kata Shina sambil berlogika ria saat dirinya telah selesai mandi. Shina lalu berdiri di depan cermin yang ada di kamarnya. Ia menyisir rambutnya yang panjang, kemudian merapikan dandanannya.

gelangku!” kata Shina tiba-tiba ketika disadarinya gelang yang selalu ia pakai kini tidak ada lagi di pergelangan tangannya. Ia langsung panik dan berusaha mencarinya di sekeliling kamarnya, berharap agar gelangnya ketemu.

dimana??? Dimana dia???” kata Shina sambil mengobrak-abrik kamarnya.

Shina lalu beranjak ke luar kamarnya setelah cukup lama mencarinya di kamarnya. Ia kemudian melangkah ke kamar mandi. “mungkin jatuh di kamar mandi” katanya.

Shina sibuk mencari gelangnya di kamar mandi ketika seseorang menegurnya.

“Shina-a, apa yang kau lakukan?” tanya seorang namja yang tidak lain adalah Junho.

“ah… Oppa… aku kira siapa.” Katanya sambil menoleh dan kemudian kembali  melakukan pencarian terhadap gelangnya.

“kau sedang apa Shina-a?” tanya Junho lagi.

“emm… gelangku hilang Oppa! Kau lihat tidak?” kata Shina dengan penuh harap jika Junho ternyata menemukannya.

“gelang? Seperti apa? Aku ga liat.”

Shina menghela napas. “ternyata tidak lihat ya? Gelang yang aku pakai setiap waktu. Yang berwarna biru safir.” Kata Shina berusaha menjelaskan ciri-ciri gelangnya.

“ahhh… yang itu… Aku tidak lihat Shina-a. mian. Emmm, mungkin aku bisa bantu mencarinya.” Kata Junho sambil tersenyum.

“komawo Oppa. Aku sudah cari di kamarku, hasilnya nihil. Dan di kamar mandi juga tidak ada.” Kata Shina sedih.

“sudah benar-benar dicari dengan teliti? Mungkin kau lupa menaruhnya.” Kata Junho lagi.

“anni… aku sudah mencarinya berkali-kali. Tidak mungkin aku menaruhnya sembarangan karena aku terus memakainya. Dan…” tiba-tiba Shina ingat sesuatu.

“dan apa?” tanya junho.

“sepertinya gelangku terjatuh waktu ditabrak orang aneh itu.” kata Shina sambil mengingat-ngingat kejadian saat dirinya tanpa sengaja bertabrakan dengan orang yang mengaku-ngaku artis.

“orang aneh?” tanya Junho dengan heran bercampur penasaran.

“ne… ceritanya panjang oppa! Aku akan cari dulu ya…” kata Shina yang langsung pergi meninggalkan Junho yang terheran-heran.

“ya!! Shina-a, diluar sedang hujan! Pakai pakaian hangatmu dulu dan juga bawa payung!” kata Junho berusaha mengingatkan Shina jika cuaca sedang tidak bersahabat.

“ne….” kata Shina yang kembali lagi ke kamarnya dan mengambil baju hangatnya.

“dasar anak-anak!” kata Junho sambil geleng-geleng kepala dan kembali berjalan ke ruang keluarga.

****

“Shina-a, kau mau kemana? Di luar sedang hujan.” Tanya Nyonya Kim ketika Shina hendak meninggalkan rumah.

“gelangku hilang ajumma. Sepertinya terjatuh saat bertabrakan dengan namja tadi… aku ingin mencarinya dulu.”

“gelang apa?” tanyanya lagi.

“gelang yang selalu aku pakai. Yang berwarna biru safir.” Kata Shina berusahan menjelaskan gelangnya.

“ahhh… yang itu. Aku bisa membelikan yang sama untukmu, Shina-a. Nanti kau bisa sakit kalau hujan-hujanan.” Hibur Nyonya Kim, berusaha menyuruh Shina untuk tetap tinggal di rumah selama hujan belum berhenti.

“andwe… gelang itu sangat berharga bagiku ajumma. Seribu gelang yang sama tidak akan bisa menggantikannya.” Kata Shina tidak sabar karena ingin cepat-cepat menemukan gelangnya.

“tapi…”

“ajumma, aku pergi dulu!” kata Shina yang langsung beranjak ke luar rumah.

“hati-hati Shina-a! jangan pergi sampai larut!” Tambah Nyonya Kim mengingatkan.

“ne…” kata Shina samar-samar.

****

Shina terus menelusuri jalan yang tadi ia lewati sambil terus memperhatikan sekitarnya.

Dimana dia?” kata Shina sambil terus mencari di tengah hujan yang tidak kunjung berhenti.

Udara yang begitu dingin tidak membuat Shina berhenti mencarinya. Ya, gelang itu sangat berarti baginya. Sepenggal masa lalu bahagia yang tersisa untuk Shina terkenang pada gelang itu, gelang yang sudah menemaninya ketika suka dan duka menghampiri hidup Shina.

****

aku ceroboh sekali! bagaimana ini?” kata Shina sambil berteduh di depan sebuah ruko yang sedang tutup. Ia sudah mencarinya kemana-mana namun hasilnya masih nihil.

Shina terus memandang lurus ke depan. Pikirannya melayang kemana-mana.

-Flashback-

untukku?” tanya Shina pada seorang laki-laki.

hmm… untukmu! Bagaimana, kau suka?

Shina menangguk dan menerima gelang berwarna biru safir yang sangat indah. “trims, Adit…” kata Shina sambil tersenyum ke arah laki-laki yang bernama Adit.

Jangan sampai hilang ya! Aku harus keliling satu kota sebelum menemukannya.” Kata Adit sambil tersenyum dan memakaikan gelang itu di pergelangan tangan Shina.

Indah sekali! aku akan menjaganya terus! Janji…

bagus! Walau apapun yang terjadi, ingatlah gelang itu adalah bukti kalau aku bener-bener sayang sama kamu.

hmmm… aku juga sayang ama kamu dit.” Kata Shina sambil menyenderkan kepalanya di pundak laki-laki yang begitu disayanginya ini. Shina berjanji akan terus menjaga pemberian Adit sampai kapanpun.

-End of flasback-

Tanpa Shina sadari, airmatanya mengalir begitu saja.

maaf dit! Aku ga bisa jaga gelangnya.” Kata Shina lirih dan menghapus airmata yang mengalir di wajahnya.

walau aku masih ga bisa maafin kamu, tapi aku sudah janji untuk menjaganya. Maaf dit.” Katanya lagi. Shina masih diam begitu lama di depan ruko itu walau kini hujannya telah berhenti.

So get back, back, back to where we lasted.

Just like I imagine.

I could never feel this way.

So get back, back, back to the disaster.

My heart’s beating faster.

Holding on to feel the same”

Shina mendengar lagu sugarcult – memory dari hp-nya. Shina dengan cepat meronggoh saku celananya.

“yoboseyo…”

“Shina-a, kau dimana?” kata seorang gadis dari seberang telepon.

“aku sedang berteduh yuuri-a. kenapa?” kata Shina berusaha untuk terdengar biasa.

“Kau habis menangis ya? Gelangnya tidak ketemu?” tanya yuuri yang terdengar khawatir.

“ne… tidak ketemu. Bagaimana ini?” kata Shina lirih.

“uljima, Shina-a. sebaiknya kau lekas pulang karena hari sudah mulai gelap.” Kata yuuri mengingatkan Shina bahwa hari sudah beranjak malam.

“ne… aku akan pulang sekarang. Kau di rumah ajumma ya?” tanya Shina.

“ne… aku sedang menunggu Junsu oppa. Hehehe… tadi ajumma bilang kalau kamu lagi nyari gelangmu yang hilang. Harusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian tadi. Pasti kamu tidak akan ketemu orang itu.” Kata yuuri dengan nada menyesal.

“gwenchanayo yuuri-a. itu bukan salahmu. Orang aneh itu yang salah!” kata Shina yang kini kemarahannya mulai muncul lagi.

“arasseo… Shina-a, cepatlah pulang! Semua orang sedang khawatir menunggumu.”

“ne… aku pulang sekarang… bye..” kata Shina yang mulai berjalan pulang.

“bye…” kata yuuri singkat.

Shina mematikan sambungan telponnya dengan yuuri dan kini ia berjalan dengan lesu. Ia ingin mencari gelang itu lagi, namun hari sudah mulai gelap dan tentu saja akan sia-sia jika dicari sekarang.

sial sekali aku hari ini…” katanya lirih. Shina terus berjalan dengan lesu menuju kediaman keluarga Kim. Ia benar-benar kesal, sedih, dan kecewa. Kejadian ini kembali membuatnya teringat masa lalunya.

Shina, jangan dipikirkan! Bagus lagi kalo gelang itu sudah hilang, Kau jadi ga perlu terbenani olehnya!” hibur Shina pada dirinya sendiri.

Ia tetap berjalan dengan lesu, walaupun sudah berusaha menghibur diri sendiri.

****

Shina tiba di depan kediaman keluarga Kim. Dilihatnya sebuah mobil mewah terparkir di depan rumah itu.

Mobil siapa?” tanya Shina pada dirinya sendiri.

ahh… mungkin mobil anak ajumma yang artis itu. Hmmm, gimana ya orangnya? Mudah-mudahan sebaik Junho oppa.” kata Shina lagi. ia sudah tidak sabar bertemu dengan Kim Junsu yang selalu dibanggakan oleh ajumma dan juga Yuuri.

****

“aku pulang!” kata Shina ketika ia sudah memasuki rumah keluarga Kim.

“Shina-a, kau lama sekali. gelangnya tidak ketemu?” tanya Nyonya Kim yang sepertinya sudah menunggunya dari tadi.

Shina menggeleng lesu. Ia tidak kuat berkata-kata lagi karena ia yakin dirinya pasti akan menangis jika ditanya tentang gelangnya itu.

“Shina-a! kau baik-baik saja kan?” kata yuuri yang menghampirinya dan langsung memeluknya.

Shina hanya mengangguk.

“jangan sedih Shina-a! kau pasti akan menemukannya nanti.” Kata yuuri berusaha menghiburnya. Yuuri tahu seberapa berharganya gelang itu bagi Shina.

Shina hanya mengangguk tanpa berkata sedikitpun.

“Sudah-sudah. Jangan diam di depan pintu terus. Ayo masuk.” Nyonya Kim mengingatkan Shina dan yuuri bahwa mereka masih berdiri di depan pintu.

“ne..” kata Shina dan yuuri berbarengan.

“Ajumma, mobil siapa di depan itu?” tanya Shina tiba-tiba.

“ahh, itu mobil anak ajumma yang bernama Kim Junsu. Kau harus bertemu dengannya Shina-a!” kata Nyonya Kim yang kini terlihat bersemangat membicarakan anaknya itu.

“kau harus bertemu dengannya, Shina-a! kau pasti akan meyukainya. Oppa-ku gitu!” kata yuuri yang ikutan bersemangat seperti nyonya Kim.

Shina hanya tersenyum dan mengikuti mereka menuju ruang keluarga.

****

Shina sampai di ruang keluarga bersama ajumma dan yuuri.

“Nah, Shina-a. ini anak ajumma dan juga kembaran Junho. Kenalkan, ini Kim Junsu. Junsu-a, ini Shina. Dia akan tinggal disini beberapa tahun untuk kuliah. Dia ini anak teman Omma dari Indonesia.” Kata Nyonya Kim sambil memperkenalkan seorang namja pada Shina dengan panjang lebar.

Shina melihat wajah Kim Junsu yang selalu dibanggakan oleh Nyonya Kim. Wajah Shina menegang.

“KAU?!” kata Shina dan Junsu berbarengan.

Continue ^^

Advertisements
Categories: fanfic | Tags: , , , , , , , ,

Post navigation

Comments are closed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: