Only One [part 1]

cast :

Sinta/you [fiction]

DBSK

other cast.

aku memandangi poster besar yang tertempel di kamarku. aku melihat kelima orang yang sedang berdiri dengan gagahnya sambil tersenyum kearahku. bukan. bukan ke arahku. mereka hanya tersenyum sesuai tuntutan fotografer. aku mendesah pelan. berapa lama aku harus seperti ini, memandangi foto-foto idolaku sambil berharap jika mereka mengetahui keberadaanku yang berada di belahan lain dunia ini.

Oppa! jangan memandangku seperti itu!!” Kataku sambil merebahkan diri di tempat tidurku yang empuk. wajah para personil DBSK memenuhi kepalaku. semua gossip tentang mereka memenuhi pikiranku. yang ada di benakku, bagaimana jika kelak mereka memiliki pendamping hidup? tentu aku senang. sebagai seorang cassiopeia, aku akan turut senang jika melihat idolaku bahagia. tapi apa sesederhana itu? mendengar gossip tentang Junsu oppa dan Taeyeon Onnie saja sudah membuatku sangat sakit. ya, junsu oppa adalah favoritku di TVXQ. setiap melihatnya menyanyi, aku akan tersenyum sendiri memperhatikan gerak-geriknya. bagiku dia spesial. tapi aku hanya seorang penggemar yang bahkan tidak terdeteksi keberadaannya. aku mencoba mengalihkan perhatianku dari kelima laki-laki yang sukses membuatku menjadi seorang fangirl.

aku membuka ponselku. tanpa sengaja aku membuka sebuah file dan dengan teliti mengamati foto-foto kelulusanku di SMA. aku terus memperhatikan foto-foto itu sambil sesekali tertawa kecil mengingat teman-temanku. lalu aku sampai pada sebuah foto. dadaku sesak melihat foto itu. fotoku bersama seorang laki-laki sambil tersenyum bersama ke arah kamera.

Andi…” kataku perlahan. ย Andi adalah teman kelasku di SMA. ia adalah siswa yang sangat baik dan mempunyai selera humor yang bagus. dan yang terpeting, aku menyukainya. bukan pada pandangan pertama tapi setelah lama mengenalnya. aku menyukai pribadinya yang ceria dan polos. aku menyukai gaya bicaranya yang kadang terlihat malu-malu. aku suka caranya tersenyum yang selalu sukses membuatku hampir pingsan ketika melihatnya. aku mendesah pelan. aku sadar, ia bukan untukku dan tak akan pernah untukku. karena ia tidak pernah memandangku. gadis yang tidak populer dan tidak memiliki bakat khusus sepertiku. aku berbaring menatap langit-langit kamarku. sudah cukup semua ini. perasaan ini sudah menyiksaku. perasaan menyukai seseorang tanpa pernah tahu bagaimana perasaan mereka padaku. aku terus menggumamkan kata-kata tidak berguna hingga akhirnya aku tertidur.

__^^^__

Sinta, bangun! hari ini kita akan kedatangan tamu!” aku mendengar ibuku mengetuk-ngetuk pintu kamarku sambil berteriak. aku mengerang dan masih bermalas-malasan di tempat tidurku yang sangat empuk ini.

kenapa?” tanyaku sambil terus berbaring dengan malas.

Sinta!” aku mendengar suara ibuku mendekat. jika sudah begini, aku tidak bisa lagi bermalas-malasan.

Bangun! kita akan kedatangan tamu spesial hari ini! kau harus bersiap-siap dan berdandan rapi! arraseo??” kata ibu sambil menarikku bangun.

“arraseo?? tumben pake bahasa korea..” kataku sambil beranjak dengan malas dari tempat tidurku.

hari ini tamu kita datang dari korea. oh iya, kamu masih mengerti bahasa korea kan?? ibu sudah mengajarimu selama ini.” kata ibu sambil menatapku yang menguap karena masih ingin tidur. aku hanya mengangguk pelan. ya, ibuku selalu mengajariku berbicara bahasa korea. ibuku adalah seorang keturuan korea yang menikah dengan ayahku yang berkebangsaan indonesia. walau sekarang aku berstatus WNI, tapi ibuku selalu mengingatkanku untuk tidak melupakan kebudayaan ibuku di korea sana.

Baiklah… kau cepat mandi dan berdandan. lalu turun kebawah bersama kami menunggu kedatangan tamu kita itu! oke?” kata ibu lagi. aku hanya mengangguk pelan dan berjalan ke kamar mandi.

__^^^__

aku sudah selesai mandi dan berdandan sebisaku. aku masih malas turun ke ruang tamu dan memutuskan tetap tinggal di kamar sambil berkiriman pesan melalui ponselku.

Woiii, hari apa ni? pagi bener bangunnya neng?? mo kemana loe?” aku membaca pesan dari sahabatku Rina sambil tersenyum.

iyyoo, mo ada tamu dari korea! aku masi mau tidur! huaahheemm…” balasku singkat.

dari korea?? kiiiiyyyaa, klo ada yg cakep kenalin ya buuu! wkwkwkwk

hueekkzzz, ga bakal! enak aje loe! eh, main kesini donk! ajak yg laen juga! aq kangen ma kalian T.T” balasku. sudah beberapa minggu aku tidak bertemu dengan sahabat-sahabatku. aku sangat merindukan mereka.

siipp, rencananya mo ke humz-mu besok ama yg laen. eh kata erna, si andi mau ikut… bole ga?” Aku terdiam. andi ikut? yah, andi kini berpacaran dengan seorang sahabatku bernama erna. karena itulah aku tahu jika ia tidak akan pernah melihatku. ia hanya menganggapku sahabat dari pacarnya. aku ragu sejenak dan mulai menulis lagi.

besok??? ayookk sini!! ๐Ÿ˜€ emm, gmn yah? andi bole ikut asal bawa makanan! wakakakakak” aku akhirnya memutuskan membiarkannya ikut. toh aku tidak akan bisa memberi alasan pada sahabat2ku jika aku melarangnya ikut. aku lebih tidak ingin persahabatanku hancur, melebihi perasaanku pada seorang lelaki.

bueehh, maruk loe! oke deh… deal?? besok aku ke humz-mu jam 10 pagi! kita maen game sepuasnya!!! hahahaaha, maen winning eleven lagi yook! spanyol pasti yg menang! brazil, keok! lol

oke.. siapa takut! KAKA yg terhebat! awas entar si pabrik gas!” balasku sambil tersenyum. ahh, pabrik gas itu adalah panggilanku untuk cesc Fabregas, idola rina sahabatku.

oke deh buuu! see ya tomorrow! fabregas! bukan pabrik gas! brapa kali harus aq bilang??? huuhhh!!! hooaahhheemm, aku mo lanjut tidur dulu yah… mo mimpiin fabregas sayang! ๐Ÿ˜› bye…” aku tertawa kecil membacanya.

oke bye! mimpiin dah si korek api! ๐Ÿ˜› besok akan kukalahkan dia! hohoho…” balasku dengan senyum kemenangan. jika aku merasa sedih, mengejek sahabatku inilah salah satu hobiku untuk melupakan sejenak semua masalahku. dan tentu saja, tidak ada seorangpun yang mengetahui perasaanku pada Andi karena aku menyimpannya dengan sangat rapat.

Sinta, tamunya uda datang!!! turun!” aku mendengar suara kakak laki-lakiku memanggilku dari ruang tamu.

Ia kak Arya!” aku berteriak sambil memastikan dandananku tidak rusak. setelah merasa siap, aku turun ke ruang tamu untuk menemui tamu ibuku dari korea itu.

__^^^__

aku turun menuju ruang tamu dan mendengar suara beberapa laki-laki yang aku yakin adalah tamu itu. aku melihat ayahku mengobrol dengan seseorang yang sosoknya masih tidak dapat aku lihat karena tertutup oleh tembok yang memisahkan ruang tamu dengan ruang keluarga. aku melangkahkan kakiku memasuki ruang tamu.

Sinta, cepat!” aku melihat ibuku memanggilku dan aku masuk ke ruang tamu.

Nah sinta, perkenalkan. ini tamu ibu dari korea.” kata ibuku dan aku memberi salam pada mereka.

“annyonghaseyo, Sinta imnida!” kataku dalam bahasa korea sambil membungkukkan badan memberi hormat. ketika aku melihat ke arah orang itu, aku tertegun tidak percaya.

“Sinta-a, kau kenapa?” tanya kak arya berbahasa korea sambil tersenyum jahil. ia tahu jika aku akan syok.

“anniyo. hanya saja… dongbangshinki?” tanyaku tidak percaya dan masih berdiri mematung. aku berusaha meyakinkan pengelihatanku bahwa yang dihadapanku ini adalah DBSK, boyband idolaku. oh tuhan, mimpi apa aku semalam??

“Annyong Sinta-a, sudah lama tidak bertemu. terakhir aku melihatmu masih sangat kecil dan belum bisa berjalan.” kata seorang dari mereka yang aku tahu adalah Shim Changmin. aku hanya terdiam mematung berusaha mencerna kata-katanya.

“Sinta-a, duduk dulu. nanti appa jelaskan.” kata ayahku sambil menarikku duduk di sebelahnya. aku hanya menurut dan masih tidak percaya jika DBSK kini ada di hadapanku dan Changmin oppa sudah mengenalku.

“begini, Changmin ini anak teman ommamu di korea. waktu kau masih bayi, kita sekeluarga berlibur ke korea dan bertemu dengan keluarganya.” kata ayahku setengah menjelaskan. aku hanya menatapnya dalam diam. masih tidak percaya.

“nah Sinta-a, perkenalkan ini teman-temanku di DBSK.” kata Changmin oppa sambil tersenyum. aku hanya mengangguk tanpa bisa berkata-kata. kak arya dari tadi hanya memandangku sambil tertawa kecil.

“Annyong Sinta-Shii. Kim jaejoong imnida!” aku melihat Jaejoong oppa memperkenalkan dirinya sambil tersenyum. oh tuhan, DBSK benar-benar disini!

“annyonghaseyo.” kataku sedikit kaku karena gugupnya. aku lalu memandang sebal ke arah kak arya yang tidak berhenti tertawa.

kak arya! tunggu balasan dariku!” kataku dengan bahasa indonesia sambil menatap tajam ke arahnya sedangkan kak arya masih tertawa.

“jung yunho imnida!” aku melihat yunho oppa memperkenalkan dirinya sambil tersenyum.

“annyonghaseyo.” kataku berusaha terdengar sebiasa mungkin.

“naneun Park Yoochun Imnida.” kata yoochun oppa sambil tersenyum.

“annyonghaseyo.” kataku balas tersenyum.

“annyonghaseyo. Kim Junsu imnida!” dan kali ini Junsu oppa memperkenalkan dirinya sambil tersenyum manis. ya tuhan, itu junsu oppa!

“a… annyonghaseyo.” kataku sedikit tergagap karena terkesima dengan senyumannya. sedangkan kak arya masih terkikik di balik bantal sofa yang sejak tadi di pegangnya.

kak arya!” kataku kesal.

“anniyo! panggil aku Oppa! kau harus terbiasa memanggilku Arya Oppa.” katanya memberi syarat. aku tertawa kecil membayangkan memanggilnya ‘Oppa’.

apa? arya oppa?? maksa banget deh! kak arya aja uda cukup!” kataku balik menertawakannya.

awas kau Sinta!” kata kak arya sambil cemberut.

“sudah-sudah. kalian masih saja bertengkar. nah, ajumma sudah menyiapkan makan siang. ayo kita makan dulu.” kata ibuku mengalihkan pembicaraan kami.

“ne. kamsahamnida ajumma!” aku mendengar DBSK oppa berbicara berbarengan.

__^^^__

Rin, tau ga siapa tamu ibuku?” tanyaku pada Rina saat kami sedang mengobrol di telepon. makan siang tadi benar2 tidak akan bisa aku lupakan. melihat kelima member DBSK makan di meja yang sama denganku sambil mengobrol denganku dan tidak jarang menanyakan jenis makanan yang mereka makan.

mana aku tau! siapa? cakep?” tanya rina.

mau tau aja! hahaha… ini lebih dari sekedar CAKEP! pokoknya kamu pasti bakal kaget deh rin!” kataku mantap. aku tahu jika besok Rina ke rumahku, dia pasti akan terbengong melihat Changmin oppa di depannya.

masa?? aduuhh, ga sabar nunggu besok!” katanya mulai semangat.

oke deh. aku tunggu besok! aku dipanggil ibuku. bye…” kataku saat mendengar suara ibuku memanggil.

oke! bye Sin!” kata Rina. aku langsung menutup telepon dan beranjak menemui ibuku.

__^^^__

mana kak arya?” tanyaku pada ibuku.

lagi main PS di atas sama DBSK. nah Sinta, bawa ini ke tempat mereka.” kata ibuku menyerahkan napan yang berisi minuman dingin dan kue buatan ibuku.

siip.” kataku sambil menerima napan yang penuh minuman, kemudian berjalan menuju tempat kak arya dan Oppa DBSK yang sedang bermain PS.

__^^^__

“Sinta-a, sini aku bantu!” Changmin oppa beranjak membantuku ketika melihatku datang dengan napan berisi minuman dan kue.

“kamsahamnida oppa.” kataku agak kikuk. masih terasa aneh berbicara dengan idolaku sedekat ini.

“Sinta-a, ambilkan punyaku!” perintah kak arya yang sedang asik berduel Winning Eleven dengan Junsu Oppa.

“ambil sendiri!” kataku sambil memeletkan lidah ke arahnya.

“pelit! masa kau tega dengan Oppamu?” keluh kak arya.

“tega apaan? nih! puas?” kataku sambil menyerahkan minuman dingin ke arahnya.

“nah, ini baru dongsaengku yang manis.” katanya sambil mem-pause permainan mereka dan mengacak rambutku. aku hanya memandangnya dengan sebal.

DBSK oppa hanya tertawa melihat tingkah kami yang terkesan kekanak-kanakan. aku memandang mereka dan menyadari bahwa salah seorang dari mereka tidak ikut tertawa bersama yang lain.

__TBC__

hahaha, kayalan tingkat tinggi yang sangat aneh!

Advertisements
Categories: fanfic | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Only One [part 1]

  1. LoplyHenry

    Omona… Siapa itu yg g ketawa??? Lanjutin onn… ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: