Because of You [part 1]

annyeong… ^^

hri ini aq mo mencoba untuk menulis FF…

gara2 sering baca FF di blog orang, jd pengen ikut nulis juga ^^

so check this out!

________________________

Because of You [part 1]

cast :

Xiah Junsu

Shina widanti (fiction girl)

Max Changmin

yuuri (pinjem namanya ya yuur ^__^)

DBSK

other cast.

Shina akhirnya tiba di Korea Selatan tepatnya di Kota Seoul, tempat dimana ia akan tinggal selama beberapa tahun untuk melanjutkan kuliahnya di Seoul National University.

akhirnya sampai juga! Hahh, andai saja ini California…” kata Shina, gadis yang cukup tinggi dan berwajah manis, dalam bahasa indonesia seraya beranjak dari bandara dengan dua koper besar yang sedikit membuatnya repot. Ia kemudian mencari taxi dan pergi ke alamat yang diberikan ibunya. Dalam perjalanan, Shina melihat pemandangan kota Seoul yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit.

lumayan juga. Setidaknya ini ga kalah dengan New York.” Katanya sambil menikmati pemandangan Seoul. Shina bukannya memandang rendah kota Seoul, karena pada kenyataannya kota ini begitu indah dan sangat modern. Namun Shina masih merasa kesal karena cita-citanya untuk kuliah di California tidak tercapai. Ia sangat ingin pergi ke negara adikuasa itu dan bisa menonton Wrape Tour yang berlangsung setiap musim panas. Shina sangat mengidolakan penyanyi-penyanyi Amerika terutama yang beraliran Alternative Punk seperti Blink 182, greenday, Simple Plan, My Chemical Romance, Fall Out Boy, SUM 41 dan banyak lagi.

Shina kembali mengingat semua kejadian yang telah terjadi akhir-akhir ini. Kenapa ia memilih untuk melanjutkan pendidikan di Seoul, kota yang bahkan tidak ada dalam list-nya untuk di kunjungi.

Saat itu Shina dihadapkan pada dua pilihan, melanjutkan pendidikan di Seoul atau tetap tinggal di Indonesia. Tentu saja ia memilih Seoul daripada tinggal di Indonesia, karena Shina ingin melupakan semua yang terjadi padanya. Ia ingin melupakan semua kenangan pahit yang mungkin akan sangat sulit untuk dilupakan jika ia masih tinggal di indonesia.

huh.. kenapa harus diingat lagi? sekarang aku ingin memulai hidup baruku! Semangat Shina!!!” kata Shina berusaha mengusir ingatan masa lalunya. Ia sudah bertekad untuk memulai kehidupan barunya di sini, tanpa bayang-bayang masa lalunya. Shina terus memandang kota Seoul dari balik jendela taxi yang ia tumpangi. Pemandangan kota Seoul yang sangat indah membuatnya terlena sejenak dan tanpa sadar ia sudah tiba di depan sebuah rumah yang lumayan besar.

****

Shina masih terdiam di depan pintu rumah itu. Ia kembali mengecek alamat yang diberikan ibunya, berharap agar ia tidak salah alamat. Ia lalu menekan bel rumah itu dan menunggu pemilik rumah membukakan pintu.

Sesaat kemudian, Pintu rumah itu terbuka dan dilihatnya seorang wanita paruh baya di balik pintu itu.

“annyonghaseyo.” Kata Shina sopan sambil membungkukkan badannya, berusaha untuk bersikap sesopan mungkin.

“annyonghaseyo. Apakah kau yang bernama Shina Widanti?” tanya wanita paruh baya itu.

“Ne. Shina imnida.”

“Omo, kau cantik sekali Shina-a! ayo silakan masuk! aku sudah menunggumu sejak tadi. Ommamu bahkan menelpon untuk memastikan jika kau tidak tersesat. Kajja!” kata wanita itu dengan nada bersahabat, membuat Shina merasa nyaman. Wanita itu lalu membantu Shina membawa kopernya.

“kamsahamnida.” Kata Shina dan kemudian mengangkat koper satunya seraya mengikuti wanita itu masuk ke dalam rumah. Shina memperhatikan rumah yang dimasukinya. Rumah itu cukup besar dengan dekorasi yang minimalis membuat suasananya menjadi sangat nyaman. Shina melihat foto-foto yang terpajang di ruang tamu dan dilihatnya foto sebuah keluarga dengan dua anak laki-lakinya.

“Shina-a, perkenalkan aku nyonya Kim. Kau bisa memanggilku ajumma. Aku sudah menyiapkan kamar untukmu. Ayo kita langsung ke sana. Aku harap kau menyukai kamar barumu.” Kata wanita itu dengan ramah saat mereka sampai di ruang tamu rumah itu.

“Kamsahamnida Ajumma.” Kata Shina sopan dan mengikuti Nyonya Kim menuju kamar barunya.

****

Kini Shina sudah berada di kamar barunya yang terletak di lantai dua rumah ini, kamar yang akan ditempatinya selama beberapa tahun. Ia memperhatikan dekorasi kamar itu yang juga tidak kalah nyaman dengan ruangan-ruangan yang dilihatnya tadi.

“bagaimana Shina-a? kau menyukainya?” tanya Nyonya Kim.

“Ne. Kamarnya sangat indah ajumma. Kamsahamnida…” kata Shina sambil tersenyum ramah.

“aku tau kau kesal karena tidak bisa ke california. Tapi percayalah, kau tidak akan menyesal tinggal di Seoul.”

“Gwenchanayo ajumma. Aku pasti akan senang tinggal disini. Apalagi ada ajumma yang begitu baik. Kamsahamnida karena sudah menerimaku disini.” Kata Shina dengan sopan. Ia sangat beruntung karena bisa bertemu dengan ajumma yang sangat ramah padanya.

“Aku juga senang bertemu denganmu. aku harap kita bisa menjadi lebih dekat, anggap saja aku sebagai ommamu. nah, anggaplah rumah sendiri Shina-a. aku akan turun sebentar. Kau rapikanlah barang-barangmu dan istirahat. Aku akan membuatkan makan malam dan kita makan malam bersama.” Kata Nyonya Kim panjang lebar.

“ne. Kamsahamnida ajumma” Kata Shina seraya tersenyum pada ajumma yang begitu baik dan perhatian padanya.

Nyonya Kim tersenyum ramah dan kemudian pergi meninggalkan Shina sendirian di kamarnya.

****

Hah, lelah sekali! aku harus merapikan barang-barangku dulu, setelah itu istirahat sebentar.” Kata Shina seraya menyalakan ipodnya dan mendengarkan lagu favoritnya. Ia lalu merapikan barang-barangnya yang lumayan banyak.

****

akhirnya selesai juga!” kata Shina sambil merebahkan diri di kasur barunya yang empuk. Shina terdiam sebentar. Pikirannya melayang kemana-mana.

Sudahlah Shina. Jangan terus memikirkan masa lalu!

“Keep Moving Forward!” kata Shina meng-copy sebuah kalimat dari salah satu film favoritnya, Meet The Robinsons.

Shina berusaha untuk beristirahat karena ia merasa sangat kelelahan. Ia memejamkan matanya dan mulai tertidur ditemani dengan lagu-lagu yang ia dengar melalui headsetnya.

****

‘tok tok tok’…

Shina terbangun oleh suara ketukan di pintu kamarnya. Walau dengan headset yang terpasang di telinganya, Shina masih dapat mendengar suara di sekitarnya. Karena Shina tidak suka menyalakan ipodnya dengan volume yang keras.

“Shina-shii, makan malam sudah hampir siap. Kami menunggumu di bawah.” Kata seorang namja dengan ramah.

“ne… aku akan segera turun.” Kata Shina lalu melepaskan headsetnya. Shina masih menguap sambil merapikan tempat tidurnya dan kemudian mengganti pakaiannya yang tadi tidak sempat ia ganti karena terlalu lelah. Ia lalu merapikan dirinya dan turun ke lantai bawah menuju meja makan, tempat ajumma dan keluarganya sedang menunggu Shina untuk makan bersama.

****

“Shina-a, kemarilah. Duduk disini.” Kata Nyonya Kim dengan ramah saat melihat Shina memasuki ruang makan.

“Ne. Kamsahamnida ajumma.” Kata Shina dan kemudian duduk di tempat yang telah disediakan untuknya.

“Shina-a, ini tuan kim. Kau bisa memanggilnya ajusshi.” Katanya memperkenalkan anggota keluarganya satu-persatu.

“annyonghaseyo Ajusshi. Senang bertemu denganmu.” kata Shina dengan sopan.

“Senang bertemu denganmu, Shina-a. kau tidak perlu merasa sungkan disini, anggaplah rumah sendiri.” Kata Tuan Kim dengan ramah, membuat Shina merasa nyaman.

“nah, yang ini anak ajumma. Kenalkan ini Kim Junho.” Kata Nyonya Kim yang memperkenalkan anak laki-lakinya.

“annyonghaeyo, Junho-shii. Senang bertemu denganmu.” kata Shina sopan sambil tersenyum.

“Senang bertemu denganmu juga Shina-shii.” Kata namja yang bernama Junho dengan sopan.

wajahnya cukup tampan dan badannya juga bagus. itulah yang dipikirkan Shina saat pertama melihat namja yang tersenyum padanya itu.

“Shina-a, Junho ini 3 tahun lebih tua darimu. Kau bisa memanggilnya Oppa.”

“ne ajumma. Senang bertemu denganmu Oppa.” Kata Shina mengulang kata-katanya.

“sama-sama Shina-a.” kata Junho sambil tersenyum ramah.

“oh iya, sebenarnya ada seorang lagi. dia kembaran Junho. Tapi dia sedang berada di jepang sekarang. Mungkin minggu depan dia akan kembali.” Kata Tuan Kim menimpali.

“kembar?” tanya Shina sambil menoleh ke arah Junho.

“Iaa, dia kembaranku. Sebenarnya bukan kembar identik, karena kami tidak kelihatan sama. Namanya Kim Junsu. Dia salah satu anggota DBSK. Kau tau DBSK?”

“ahh… emm, DBSK? Maaf aku tidak tau.”

“ahh… kamu tidak tau DBSK ya?” katanya sedikit kecewa.

“mianhaeyo…” kata Shina dengan menyesal.

“Sudahlah. Tidak apa-apa Shina-a. kau baru tiba di korea, tentu saja kau belum tau Boyband disini. Nanti setelah kau tinggal disini beberapa lama, kau pasti akan menyukai Boyband korea.” Hibur Nyonya Kim.

“boyband?” tanya Shina yang kini mulai penasaran.

“ne, DBSK itu boyband korea. terkenal banget lho! Adik kembarku salah satu personilnya. Kau pasti akan sangat menyukai mereka, karena mereka sangat berbakat.” Kata Junho setengah menjelaskan.

“sudahlah Junho-a, ayo kita makan! Nanti juga Shina akan tau dengan sendirinya. Ayo Shina, dicicipi dulu makanan buatan ajumma.” Kata Nyonya Kim dengan ramah. Shina mengangguk dan mengikuti apa yang diinstruksikan padanya.

Shina dan keluarga Kim makan bersama sambil bercerita agar mereka menjadi dekat. Shina merasa nyaman dengan keluarga Kim ini karena mereka begitu baik dan ramah. Shina yakin bahwa pilihannya tidak akan salah dan ia akan bisa melupakan segala kenangan pahitnya.

****

“Shina-a, cepat kemari!!!” kata seorang yeoja saat Shina sedang asik menikmati pemandangan sungai Han yang indah. Sudah seminggu ia tinggal di Seoul. Selama itu pula, Shina menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan  mengelilingi kota Seoul.

“Waeyo, yuuri-a?” Kata Shina sambil berjalan mendekati yuuri, keponakan dari keluarga Kim yang seumuran dengannya. Shina sangat beruntung bertemu dengannya, selain karena mereka kuliah di universitas yang sama, yuuri juga sangat ramah pada semua orang sehingga Shina cepat akrab dengannya.

“Sini… duduk disini, kita makan es krim dulu…” kata yuuri sambil menyerahkan es krim yang baru saja dibelinya.

“yaa! Korea sedang dingin begini, kau malah menyuruhku makan es krim?” protes Shina.

“yaa! Es krim ini tidak begitu dingin kok! Percaya deh, nanti kamu bakal terbiasa makan es krim di hari yang sedingin ini. Cepat dimakan!” kata yuuri sambil tersenyum.

“hmm… terserah kau saja! kumawo yuuri-a.” balas Shina sambil tersenyum pasrah. mereka pun duduk di kursi taman di dekat sungai han dan memakan es krim yang baru dibeli yuuri sambil menikmati pemandangan.

“Huft… Seoul indah sekali ya…” kata Shina membuka pembicaraan yang sempat terhenti.

“Ne. Kamu tidak akan menyesal tinggal disini Shina-a. setidaknya, Boyband disini tidak kalah dengan band amerika favoritmu itu.” Kata yuuri yang masih memakan es krim-nya.

“hahahaha… iya, mereka tidak kalah keren! Cuma, aku susah mengenali wajah mereka. Mereka terlihat sama di atas panggung.” Kata Shina sambil tertawa.

“nanti juga kau terbiasa. Kau tau DBSK kan? Boyband-nya kembaran Junho Oppa.. mereka itu idolaku!”

“DBSK ya? Hmm, aku tetap saja masih susah mengenali wajah mereka. Sepertinya wajah orang korea mirip semuanya. Jadi kalau mereka ada di depanku sekarang, aku yakin tidak akan mengenali mereka.”

“kau bahkan masih susah mengenali wajah Junsu Oppa?” tanya yuuri heran.

“hmmm…” Shina mengangguk sambil memakan es krimnya. “dia tidak begitu mirip dengan Junho Oppa. Mungkin jika aku bertemu dengannya langsung dan berkenalan dengannya, baru aku bisa mengingat wajahnya. Benar yuuri-a, mereka kelihatan sama di TV.”

“arrasseo! Kau memang payah sekali Shina-a.” kata Yuuri sambil kembali memakan es krimnya.

“Ya!! Aku baru seminggu tinggal di seoul! Wajar-wajar aja donk!” protes Shina pada yuuri.

Yuuri cekikikan. “iyyaa. Aku hanya bercanda! Habiskan es krimmu, nanti kita jalan-jalan lagi.”

Shina dan yuuri akhirnya menghabiskan es krimnya dalam diam. Tahun ajaran baru di korea akan dimulai beberapa hari lagi. kini Shina ingin menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan sambil mempelajari kota Seoul yang padat dan juga kebiasaan masyarakatnya yang melakukan segala hal dengan cepat.

****

“Shina-a, sepertinya aku harus pergi sekarang. Aku lupa kalau ada janji dengan beberapa temanku. Kau mau ikut?” tanya Yuuri ketika mereka hendak melanjutkan acara jalan-jalan mereka.

“anni… aku tidak ingin menggangu. Lagipula, aku masih ingin jalan-jalan disini.”

“benarkah? Kau tidak mengganggu kami kok.”

“gwenchanayo. Sudah pergilah yuuri-a! temanmu pasti sudah menunggu.” Kata Shina sambil tersenyum.

“ne… Shina-a, kamu tidak lupa jalan pulang kan? Kalau uda selesai jalan-jalan, langsung pulang ya! Aku tidak mau dimarahi gara-gara kamu hilang gitu aja! Arasseo?” kata yuuri dengan nada khawatir.

“ne… aku tidak lupa kok! Udah, pergi sana! Annyong!” kata Shina sambil mendorong yuuri agar lekas pergi.

“mianhae Shina-a, aku tidak bisa menemanimu jalan-jalan.” kata yuuri dengan nada menyesal.

“gwenchanayo. Ayo cepat pergi!”

“ne… annyong Shina-a! jaga dirimu ya!” kata Yuuri yang kemudian meninggalkan Shina sendirian.

“annyong!” balas Shina sambil melambaikan tangannya ke arah yuuri yang sudah berlari menjauhinya.

hmmm… aku harus mulai darimana ya?” kata Shina sambil berpikir sejenak.

sudahlah. Jalan saja…” katanya sambil terus berjalan entah kemana, yang penting hari ini ia ingin menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan berkeliling kota seoul. Shina tidak pernah lupa membawa petanya, sehingga ia tidak keberatan ditinggal sendirian di tengah kota yang padat seperti Seoul.

****

“AWAS!!!!” Shina mendengar seorang namja berteriak di belakangnya. Saat Shina hendak berbalik untuk melihatnya, namja itu sudah menabraknya.

“auch…” Shina dan namja itu jatuh berbarengan. Namja yang kini menindih Shina, kemudian cepat-cepat bangkit.

“hei, hati-hati donk!” kata Shina sambil berdiri dan merapikan bajunya yang sedikit berantakan.

“mianhaeyo…” kata namja itu dengan napas memburu dan terus memperhatikan sekelilingnya.

“kenapa kau lari-lari begitu? Kau habis mencuri ya?” tanya Shina tanpa peduli saat namja itu menatapnya tajam.

“pencuri?? Andwe!!!” sanggah namja yang cukup tampan di mata Shina.

“lalu…” Shina belum sempat menyelesaikan kata-katanya ketika namja itu menarik tangannya dengan kuat.

“yaa!!! Kau mau apa?” tanya Shina panik ketika namja itu menariknya untuk berlari.

“tenanglah… kau tidak ingin dikeroyok fansku kan? Ikuti saja aku!” katanya sambil terus berlari.

“fansmu? Apa urusannya denganku! Yaa, lepaskan! Sakit tau!” protes Shina berusaha melepaskan diri dari namja yang menurutnya sudah sinting.

“ikuti saja…” katanya sambil berlari dan menarik Shina dengan kuat. Shina dan namja itu terus berlari hingga sampailah mereka di tempat yang cukup sepi. Namja itu kemudian berhenti di tempat itu dan duduk di sebuah bangku taman sambil terengah-engah. Shina duduk di sampingnya berusaha mengatur napasnya.

“Yaa!!! Kau sudah sinting ya?” tanya Shina dengan kesal.

“sinting? Mungkin.” Katanya. Shina hanya mengernyit heran mendengarnya.

“fiuuhhh… untung bisa lepas dari mereka! Kalau tidak, habislah aku!” katanya lagi.

“lepas? Dari siapa?” tanya Shina penasaran.

“kau tidak kenal siapa aku?” namja itu balik bertanya kepada Shina.

“ne??? Kau siapa? Memang kau orang yang aku kenal??” Shina merasa tambah heran.

“kau benar-benar tidak kenal padaku???” tanyanya dengan tampang tidak percaya.

“Yaa!!! Kau siapa? Kenapa aku harus kenal padamu?” balas Shina kesal.

Continue ^^

Advertisements
Categories: fanfic | Tags: , , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Because of You [part 1]

  1. LoplyHenry

    Wahh… Guud job onn… 😀 angkat 12 jempol deh buat onnie.. *sorry sksd*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: